5 Spot Wisata di Taman Sari Yogyakarta yang Harus Kamu Tahu

Juli 6, 2019

Taman Sari Yogyakarta merupakan bekas taman istana di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan kini dijadikan salah satu tempat wisata. Taman yang mempunyai luas 10 ha lebih ini dibuat di masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono I. Terdapat 57 bangunan di dalam kawasan taman ini, beberapa diantaranya kanal air, kolam pemandian, danau buatan, jembatan gantung, lorong bawah tanah, pulau buatan dan berbagai bangunan lainnya yang juga bisa dinikmati saat berkunjung ke objek wisata ini.

Spot Wisata di Taman Sari Jogja

Taman Sari Yogyakarta meneima kunjungan wisatawan sejak jam 8 pagi hingga jam 2 siang setiap hari. Beberapa spot wisata yang dapat dinikmati para pengunjung antara lain :

Pemandian Taman Umbul Binangun (Umbul Pasiraman) 

Spot ini paling populer saat berkunjung ke Taman Sari. Seperti namanya, spot ini dahulu merupakan pemandian bagi keluarga Sultan yakni para selir serta puteri-puterinya. 

Bentuk bangunan ini dikelilingi dinding tinggi untuk menjaga privasi. Umbul Pasiraman mempunyai tiga kolam antara lain Umbul Pamuncar, Umbul Binangun dan Umbul Panguras. Kolam-kolam tersebut mempunyai air mancur berbentuk kepala naga. Selain itu dapat diakses dari gerbang masuk timur dan barat.

Pulo Kenongo

Apabila wisatawan ingin melihat keindahan matahari terbenam ke kaki langit Yogyakarta, maka spot di Pulo Kenongo adalah salah satu tempat terbaiknya. Pulo Kenongo ini merupakan sebuah pulau di tengah danau buatan di kawasan wisata Taman Sari. 

Berdiri bangunan Keraton Yogyakarta tertinggi di Pulo Kenongo dan biasanya digunakan pengunjung untuk melihat Kota Yogyakarta dan matahari terbenam dari ketinggian. Dahulu bangunan tersebut berfungsi ganda yaitu sebagai menara pengintai dan Sultan juga gemar menyantap makanan di sana karena pemandangan yang indah.

Di selatan spot wisata Pulo Kenongo, ada Pulo Cemethi yang dahulu digunakan sebagai tempat bersemedi (meditasi), menyusun strategi peperangan, menyucikan keris, dan menyimpan baju perang dan senjata. 

Di Pulo Cemethi terdapat pesanggrahan dan dahulu digunakan sebagai tempat berlatih para prajurit. Apabila pengunjung ingin menuju Pulo Cemethi, harus berjalan kaki sepanjang terowongan di bawah tanah lebih dulu.

Gedhong (Bangunan) Gapura Panggung

Objek wisata Taman Sari ini bangunannya memiliki gaya Portugis, dengan hiasan relief ular di dindingnya. Pengunjung biasanya gemar berswa foto dengan latar belakang relief-relief ular di dinding spot ini. Seperti namanya yakni gapura, bangunan tersebut adalah gerbang utama untuk masuk ke kawasan Taman Sari.

Dahulu, bangunan ini menjadi salah satu tempat saat Sultan ingin menikmati pemandangan, musik gamelan dan tarian. Selain itu, bangunan ini dahulu juga menjadi tempat pribadi bagi sultan beserta istri-istri.

Gedhong (Bangunan) Temanten & Gedhong Sekawan

Spot wisata yang satu ini merupakan bangunan yang berada di timur Gapuro Panggung. Dahulu, Gedhong Temanten di Taman Sari Yogyakarta berfungsi sangat penting di masa kerajaan Mataram masih berkuasa. Bangunan ini menjadi lapisan pertama kerajaan atau tempat penjagaan awal para tentara penjaga. 

Di timur Umbul Binangun terdapat halaman luas yakni Gedhong Sekawan, yang di masa dahulu fungsi utamanya ialah tempat dimana Sultan beristirahat melepas penat.

Sumur Gumuling

Spot wisata Sumur Gumuling di Taman Sari Yogyakarta merupakan masjid tersembunyi. Lokasinya hanya bisa dicapai dengan cara melewati Tajug yakni lorong di bawah tanah seperti labirin. Dahulu lorong tersebut sengaja dibuat guna mengelabui penjajah. Di ujung lorong terdapat bangunan melingkar yang dihubungkan 5 tangga dan 5 jenjang tangga tersebut bermakna 5 rukun islam. Titik tengah Sumur Gumuling dahulu fungsinya sebagai mimbar pemuka agama ketika berdakwah. 

Raja beserta anggota kerajaan biasa melakukan sholat dan kegiatan keagamaan di Sumur Gumuling, sebab dahulu dilarang pihak penjajah Belanda. Desain lorong memiliki 2 lantai serta kedap suara, sehingga mendukung ketenangan umat saat beribadah. Suara di spot wisata Sumur Gumuling saling bergema, sehingga menyerupai pengeras suara, tetapi secara tradisional.

Pengunjung bisa masuk ke kawasan wisata Taman Sari Yogyakarta setiap hari. Akan tetapi, waktu terbaik mengunjungi objek wisata berjuluk Istana Air tersebut adalah pagi jelang siang hari saat weekdays (hari biasa). Dengan demikian, dapat lebih bebas berfoto dan menikmati suasana. Apabila mengunjungi Taman Sari Yogyakarta saat akhir pekan, maka pengunjung Taman Sari akan ramai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *